Elektrolisis adalah proses kimia-listrik non-spontan di mana energi listrik digunakan untuk mendorong reaksi kimia. Proses ini melibatkan penggunaan arus listrik searah (Direct Current/DC) untuk memecah senyawa kimia terlarut atau meleleh (elektrolit). Salah satu Aplikasi utama elektrolisis adalah dalam Pemurnian Logam dan pelapisan logam.
1. Mekanisme Elektrolisis
Elektrolisis terjadi dalam sel elektrolitik, yang terdiri dari elektrolit (ion bergerak) dan dua elektroda yang terhubung ke sumber daya DC:
-
Katoda (Elektroda Negatif): Terjadi reduksi (penambahan elektron). Kation (ion positif) bergerak menuju katoda.
-
Anoda (Elektroda Positif): Terjadi oksidasi (pelepasan elektron). Anion (ion negatif) bergerak menuju anoda.
-
Prinsip Faraday: Jumlah produk yang terbentuk di setiap elektroda berbanding lurus dengan jumlah muatan listrik yang melewati sel.
2. Aplikasi: Pemurnian Tembaga
Proses elektrolisis sangat penting dalam industri untuk mendapatkan logam dengan kemurnian tinggi:
-
Anoda: Terbuat dari tembaga yang tidak murni (akan mengalami oksidasi).
-
Katoda: Terbuat dari tembaga murni (tempat tembaga akan direduksi dan menempel).
-
Elektrolit: Larutan garam tembaga (misalnya, $CuSO_4$).
Ketika arus dialirkan, tembaga tidak murni di anoda larut menjadi ion $Cu^{2+}$ dan direduksi kembali menjadi tembaga murni di katoda. Kotoran logam yang kurang reaktif jatuh ke bawah sebagai lumpur anoda.